Camera Model : Canon EOS 550D
Shutter Speed : 1/2656 sec.
Lens Aperture : F/4.6
ISO Speed : 200
Exposure Time : 1/2500 sec.
Date Picture Taken : 10/17/2011 2:56 PM
Thursday, October 27, 2011
Sunday, October 9, 2011
ELEMENT OF ART FOTOGRAPHY
SHILUOETTE
Camera model : Canon EOS 1000D
Shutter speed : 1/2656 sec.
Lens aperture : F/6.4
ISO speed : ISO-100
Exposure Time : 1/2500 sec.
Date picture taken : 10/3/2011 11:08 AM
LINE
Camera model : Canon EOS 1000D
Shutter speed : 1 sec.
Lens aperture : F/12.9
ISO speed : ISO-1600
Exposure Time : 1 sec.
Date picture taken : 10/9/2011 1:50 PM
PATTERN
Camera model : Canon EOS 1000D
Shutter speed : 1/790 sec.
Lens aperture : F/5
ISO speed : ISO-400
Exposure Time : 1/800 sec.
Date picture taken : 10/9/2011 3:10 PM
Camera model : Canon EOS 1000D
Shutter speed : 1/1024 sec.
Lens aperture : F/4
ISO speed : ISO-400
Exposure Time : 1/1000 sec.
Date picture taken : 10/9/2011 3:12 PM
Camera model : Canon EOS 1000D
Shutter speed : 1/512 sec.
Lens aperture : F/4.6
ISO speed : ISO-400
Exposure Time : 1/500 sec.
Date picture taken : 10/9/2011 3:17 PM
FRAMING
Camera model : Canon EOS 550D
Shutter speed : 1/256 sec.
Lens aperture : F/9.9
ISO speed : ISO-200
Exposure Time : 1/250 sec.
Date picture taken : 9/28/2011 10:27 AM
DEPTH OF FIELD
Camera model : Canon EOS 1000D
Shutter speed : 1/10 sec.
Lens aperture : F/9.1
ISO speed : ISO-400
Exposure Time : 1/10 sec.
Date picture taken : 5/15/2011 5:25 PM
Sunday, October 2, 2011
Framing & Silhouette
Camera Model : Canon EOS 550D
Lens Aperture : F/9.9
Lens Aperture : F/9.9
ISO Speed : ISO-200
Shutter Speed : 1/256 sec.
Date picture taken : 9/28/2011 10:27 AM
Date picture taken : 9/28/2011 10:27 AM
Camera Model : Canon EOS 1000D
Lens Aperture : F/6.4
Lens Aperture : F/6.4
ISO Speed : ISO-100
Shutter Speed : 1/2600 sec.
Date Picture Taken : 10/3/2011 11:10 AM
Date Picture Taken : 10/3/2011 11:10 AM
Saturday, September 24, 2011
Macam-Macam Kamera
Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).
Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.Jenis film
Pembagian film berdasarkan ukuran:
- Small format (35mm)
- Medium format (100-120mm)
- Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
- Film hitam putih
- Film warna
- Film positif
- Film negatif
- Film daylight
- Film tungsten
- Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)
Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.
Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja
Kamera single lens reflect
Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
Kamera saku
Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.Kamera SLR (Single Lens Reflect)
Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi
Referensi
Ensiklopedia Nasional Indonesia.
sumber :
wikipedia
kamera saku
Tuesday, September 20, 2011
Twin Lens Reflex (TLR)
Untuk tujuan praktis, semua TLRadalah kamerafilm, yang paling sering menggunakan 120 film, walaupun ada banyak contoh yang digunakan format lain. Tidak ada tujuan umum TLR digital ada, sejak kejayaan mereka berakhir lama sebelum era digital. Pengecualian utama adalah berorientasi kolektor Rollei Mini-Digi, diperkenalkan sebagai "mainan"agak mahal pada tahun 2004.Kamera lensa doublepertama tampaknya telah dikembangkan sekitar tahun 1870, ketika seseorang menyadari bahwa memiliki lensa kedua disamping lensa pengambil berarti seseorang dapat fokus tanpa harus menjaga pijakan swapping layar kaca untuk piringan setelahnya, membuat waktu delay yang benar-benar mengambil gambar yang agak kurang.Ini semacam pendekatan masih digunakan sebagai sebagai akhir 1960-an, sebagai Koni-Omegaflex mengerikan.
TLR seperti suatu evolusi yang menggunakan sebuah cermin refleks untuk memungkinkan melihat dari atas, memungkinkan kamera yang akan diselenggarakan jauh dan lebih mantap jika digenggam. Prinsip yang sama tentu saja diterapkan pada SLR, tapi SLR awal menyebabkan keterlambatan dan ketidaknyamanan melalui kebutuhan untuk memindahkan cermin dari bidang fokus untuk memungkinkan cahaya untuk piring di belakangnya. Ketika proses ini adalah otomatis, gerakan cermin dapat menyebabkan goyang pada kamera dan blur tembakan. Model Co"Carlton"di London Stereoscopic ini telah diklaim menjadi TLRpertama, bermula dari 1885.sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Twin-lens_reflex_camera/
http://thefilmage.blogspot.com/2011_05_01_archive.html
http://www.versluis.com/2009/11/my-blackbird-fly-tlr-camera-review/
SEJARAH FOTOGRAFI
Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter.Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed).Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).
Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.
· 1822 – Joseph Nicéphore Niépce membuat fotoHeliografi yang pertama dengan subyek Paus Pius VII, menggunakan proses heliografik. Salah satu foto yang bertahan hingga sekarang dibuat pada tahun 1825.[1]
· 1826 – Joseph Nicéphore Niépce membuat foto pemandangan yang pertama,[1] yang dibuat dengan pajanan selama 8 jam.
· 1839 – John Herschel menemukan film negatif dengan larutan Sodium thiosulfate/hyposulfite of soda yang disebut hypo atau fixer.
· 1854 – André Adolphe Eugène Disdéri memperkenalkan rotating camera yang dapat merekam 8 citra berbeda dalam satu film. Setelah hasilnya dicetak di atas kertas albumen, citra tersebut dipotong menjadi 8 bagian terpisah dan direkatkan pada lembaran kartu. Kartu ini menjadi inspirasi penyebutan (fr:carte de visite, bahasa Inggris:visiting card).
· 1876 – F. Hurter & V. C. Driffield memulai evaluasi sistematis pada kepekaan emulsi fotografis yang kemudian dikenal dengan istilah sensitometri.
· 1878 – Eadweard Muybridge membuat sebuah fotohigh-speed photographic dari seekor kuda yang berlari.
· 1902 – Arthur Korn membuat teknologi phototelegraphy;; yang mengubah citra menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui kabel. Wire-Photos digunakan luas di daratan Eropa pada tahun 1910 dan transmisi antarbenua dimulai sejak 1922.
· 1914 – Kodak memperkenalkan sistem autographic film.
· 1920s – Yasujiro Niwa menemukan peralatan untuk transmisi phototelegraphic melalui gelombang radio.
· 1957 – Citra digital yang pertama dibuat dengan komputer oleh Russell Kirsch di U.S. National Bureau of Standards (sekarang bernama National Institute of Standards and Technology, NIST). [2]
· 1959 – AGFA memperkenalkan kamera otomatis yang pertama, Optima.
· 1963 – Kodak memperkenalkan Instamatic.
· 1964 – KameraPentax SpotmaticSLR diperkenalkan.
· 1973 – Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.
· 1975 – Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan pola mosaicfilter Bayer untuk CCD color image sensor.
· 1986 – Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.
· 2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti.
· 2006 – Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapixel, yang terbesar saat itu.
· 2008 – Polaroid mengumumkan penghentian semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.
· 2009 - Kodak mengumumkan penghentian film Kodachrome.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi
· 1964 – KameraPentax SpotmaticSLR diperkenalkan.
· 1973 – Fairchild Semiconductor memproduksi sensor CCD skala besar yang terdiri dari 100 baris dan 100 kolom.
· 1975 – Bryce Bayer dari Kodak mengembangkan pola mosaicfilter Bayer untuk CCD color image sensor.
· 1986 – Ilmuwan Kodak menemukan sensor dengan kapasitas megapiksel yang pertama.
· 2005 – AgfaPhoto menyatakan bangkrut. Produksi film konsumen bermerk Agfa terhenti.
· 2006 – Dalsa membuat sensor CCD dengan kapasitas 111 megapixel, yang terbesar saat itu.
· 2008 – Polaroid mengumumkan penghentian semua produksi produk film instan berkaitan dengan semakin berkembangnya teknologi citra digital.
· 2009 - Kodak mengumumkan penghentian film Kodachrome.
sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi
Subscribe to:
Posts (Atom)






